Sejak Virtual Office, Indeks Kemudahan Bisnis Bakal Naik

Direktur Jenderal Kementerian Regulasi dan HAM bidang Administrasi Regulasi Biasa, Freddy Haris, mengatakan dikala ini pemerintah sudah memangkas sebagian perizinan usaha dan memberi tahu cara aplikasi perizinan online untuk memberi kemudahan berbisnis di Indonesia.

“Merespons masalah undang-undang mengenai izin daerah usaha, Pemprov DKI sudah memberi solusi bagi pelaku usaha, yaitu membolehkan pelaku usaha mengaplikasikan domisili virtual office sebagai domisili daerah usaha. Jadi, dibalik seluruh undang-undang yang dijadikan oleh pemerintah, pemerintah konsisten memberi solusi yang terbaik bagi para pelaku usaha,” ujar Freddy, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 Maret 2016.

Tetapi, mengenai lokasi usaha mesti konsisten mencontoh zonasi yang sudah ditentukan tempat. Seperti dikenal, sebuah perusahaan tak boleh berada di area perumahan atau area pengajaran, alamat perusahaan haruslah berada di area perkantoran/komersial.

Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta, Edi Djunaidi, pada permulaan Februari sudah mengeluarkan surat edaran berkaitan undang-undang virtual office.

Edy menerangkan, untuk mendorong kemudahan berbisnis di Indonesia, apabila sebelumnya progres surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan pedoman daftar perusahaan (TDP) dijadikan secara terpisah, sekarang pemerintah sudah memberikan solusi terbarunya dengan pembuatan SIUP dan TDP secara simultan.

Artinya, dalam progres kepengurusannya, masyarakat cuma tinggal memproses satu kali mengaplikasikan cara online.

“Dengan penggunaan cara seperti ini, akan memangkas waktu pembuatan 60 persen lebih kencang dari waktu umum. SIUP dan TDP akan lantas diterbitkan paling lama enam jam sesudah aplikasi mereka disetujui,” kata Edy.

Ketua awam Perkumpulan Pengusaha Jasa Kantor Bersama dan Akselerasi Usaha Indonesia (Perjakbi), Anggawira, menyambut bagus hal hal yang demikian.

“Perjakbi siap menjadi mitra pemerintah dalam mengawal dan menertibkan eksistensi virtual office di Indonesia, sehingga kemudahan yang diberi oleh pemerintah dapat berjalan dengan tertib,” tutur Anggawira.

Ahli perkantoran modern, Erwin Soerjadi, juga merespon positif yang mendorong kemudahan berupaya.

“Prinsipnya ini adalah angin segar bagi para pengusaha pemula, startup, yang logistiknya belum kuat untuk men sewa kantor murah jakarta ruko atu gedung. Dengan ketidakhadiran virtual office menjadi solusi konkret untuk mereka, virtual office telah eksis di negara maju semenjak 1997,” kata Erwin.

Related Post